Wilayah ini dahulu menjadi pusat Kerajaan Pagaruyung, kerajaan Minangkabau yang berkembang
sejak abad ke-14 dan dikenal dengan sistem pemerintahan adat serta falsafah
"Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".
Memasuki masa kolonial, kawasan ini menjadi wilayah penting jalur perdagangan Belanda,
sekaligus melahirkan tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Mohammad Hatta dan Tan Malaka.
Provinsi Sumatera Barat resmi terbentuk pada 31 Juli 1958 berdasarkan Undang-Undang No. 61
Tahun 1958, mewarisi kekayaan adat dan budaya Minangkabau yang masih hidup hingga sekarang.